Kamis, 26 Maret 2015

Perilaku Pelatih Jadi perhatian

Jakarta, 26 Maret 2015. Hari ini saya terima telpon dari salah satu rekan orangtua petenis putri yang sering berkomunikasi dengn saya masalah tenis Indonesia. Beberapa hari lalu saya juga mnerima telpon dari salah satu orangtua petenis putri yang putrinya akan dikirimkan mewakili Indonesia ke Junior Fed Cup di Australia bulan April mendatang.
Kedua keluhan adalah membicarakan hal yang sama yaitu masalah pelatih tenis yang kebetulan ditunjuk oleh induk organisasi kita.
Oleh orangtua yang anaknya terpilih menyampaikan kalau ada keinginan salah satu putranya ikut mendampingi adiknya ke Austraia. Permintaan telah diajukan tetapi kelihatannya tidak bisa.

Selasa, 24 Maret 2015

Kunjungan dari Ketua Pengda Sumsel


Palembang, 22 Maret 2015. Hari ini saya dikejutkan dengan munculnya rekan Drs Ade Karjana beserta Yudhi yang keduanya Pengurus Pengda Pelti Sumatra Selatan, dilapangan tenis Pemkot Palembang ditempat diselenggarakannya RemajaTenis Sumsel -XIII . Ade Karjana sendiri adalah Ketua Pengda dan juga Sekretaris umum KONI Provinsi Sumsel. 

Saya sampaikan selamat atas keberhasilan sebagai pelaksana Davis Cup by BNP Paribas dilapangan tenis Bukit Asam Jakabaring, Palembang diawal Maret 2015 lalu.
Tetapi sebelumnya saya juga bertemu dengan rekan lainnya yang dulu selelu mendukung kegiatan dimana saya kerjakan yaitu Firdaus dan Buchari.

Kamis, 12 Maret 2015

"Ada apa dengan tenis saat ini ? "

Jakarta, 11 Maret 2015. Hari ini karena hujan sehingga todak bisa main tenis. Tapi saya sudah sempat ke lapangan dan ketemu rekan rekan lainnya juga hanya bisa duduk manis tungggu hujan berhenti. Saat itu sudah tinggal gerimis saja.
Ketemu Christian Budiman yang sekarang sudah jadi bagian dari PP Pelti. Cerita kalau saya terima berita masalah ada yang tidak beres di pelaksanan Davis Cup di Palembang minggu lalu. Dia juga katakan kalau baru dengar.
Setelah itu saya ketemu dengan rekan lama yang dulu sering ketemu. Setahu saya dia itu 7 tahun berada di USA dan sekarang kembali ke Jakarta."Ada apa dengan tenis saat ini?" itu pertanyaan pertama diberikan kepada saya. Dan diapun ingin seperti dulu sewaktu tenis itu sempat jaya jayanya.

Senin, 02 Maret 2015

Berita baru jadi care taker Ketua Pengda

Medan, 2 Maret 2015. Hari ini saya terima telpon dari rekan saya di Jakarta. Menyampaikan berita yang mebuat saya bisa ketawa. Pertanyaannya kepada saya apakah sudah dengar kalau Icuk Sugiarto Ketua Pengda PBS( Bulutangkis) DKI Jakarta diganti atau dipecat oleh Ketua Umum PB PBSI. Dan saya ditanya apakah tahu siapa penggantinya karena menurut dia saya pasti kenal orangnya. Memang saya banyak kenal juga rekan2 di bidang badminton atau buutangkis

Memotivasi Masyarakat tenis Untuk Berbuat

Medan, 1 Maret 2015. Pertemuan dengan para orangtua maupun pelatih disuatu turnamen tentunya banyak menarik perhatian saya. Karena kesempatan berdialog untuk melihat permasalahan pertenisan daerah bisa didapatkan langsung dari pelaku2 tenis di daerah. Kemudian dengan munculnya turnamen Remaja Piala Rektor Unimed di Medan membuat rekan rekan tenis di Medan bertanya tanya. Apakah mungkin bisa terjadi di Medan. Sedangkan bagi saya pertama kali berbicara dengan salah satu rekan dikub Unimed yang berkeinginan ada remajatenis di Medan, langsung saya sambut dengan baik. Hilangkan keragu raguan mereka dengan memberikan bayangan solusinya. Kalau dingat ingat sebelum pelaksanaan Piala Rektor Unimed di Medan banyak pihak pelaku tenis di Medan meragukan terealiser. Tapi bagi saya semua itu bisa dilakukan asalkan dengan niat tulus membantu pembinaan daerah.

Ketentuan Usia Banyak yang belum tahu

Medan, 1 Maret 2015. Ternyata masih banyak pelatih baik orangtua maupun petenis sendiri belum familiar dengan ketentuan usia didalam suatu turnamen Diakui Pelti. Karena selama di Medan ini ditemukan 3 atlet yang sudah melewati usia sesuai ketentuannya. 
Perkiraan mereka ketentuan usia itu berdasarkan tangga ahir dan bulan, bukan berdasarkan tahun kelahiran sebagaimana azimnya ketentuan TDP.
Sehingga ketiak pertandingan berlangsung dengan berat hari Referee lakukan diskuaifikasi terhadap atlet tersebut. Ini bukan unsur kesengajaan karena sewaktu berbicara dengan orangtua maupun pelatih mereka dengan jujur katakan tanggal lahir atletnya. Ini unsur sportivitas dijunjung tinggi sehingga tidak ada keluhan lagi. Untuk mengatsi hal tersebt saya disetiap pelaksanaan RemajaTenis elalu ada spanduk ukuran 1 m x 1m tentang ketentuan usia tersbut, sehingga tidak ada alasan tidak tahu lagi karena mudah dibaca tanpa kacamata sekalipun

Pertemuan yang menyenangkan dgn masyarakat tenis di Medan

Medan, 1 Maret 2015. Selama pelaksanaan kejurnas Remaja Piala Rektor Unimed (27 Febr-1 Maret) saya sempat berbincang bincang dengan rekan rekan dari Aceh , Riau, Kepri maupun Sumatra Utara lainnya. Paling banyak muncul adalah keluhan2 tentang ketidak puasan mereka atas kinerja Pelti setempat. Ada yang mengeluh kalau tidak ada perhatian dari petinggi Pelti setempat.
Saya salut kepada Sabang Junior Tennis Club yang mengirimkan 5 atletnya ke Medan dan ternyata mereka itu datang berdasarkan dana dari upaya klubnya sendiri.
Begitu pula rombongan terbesar (18 atlet) datang darikota Pematang Siantar dengan pelatihnya yang sudah tidak asing bagi saya yaitu Bachtiar Lubis. Dia ini ayah dari petenis Tio Lana Putra yang sekarang sudah bekerja di Bank Pembangunan Aceh di Banda Aceh.

Kamis, 19 Februari 2015

Mabuk Kekuasaan !

Jakarta, 28 Februari 2015. Dalam pembicaraan dengan rekan rekan tenis yang berkecimpung di perwasitan, saya diberitahu tingkah laku dari salah satu petinggi diinduk organisasi tenis. Masalah kenetralan wasit selalu dikacaukan oleh kepentingan petinggi tersebut yang juga mempunyai sekolah tenis.
Saya sendiri sdah cukup mengenal perilaku dianya itu karena saya sering adakan turnamen yunior maka dia ini sering beri masukan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap turnamen saya ini tetapi yang sering jadi masalah adalah ketidak konsistensiannya. Paling sering kalau terjadi terhadap anak asuhnya maka dia selalu minta dispensasi dari aturan sebagaimana biasa.