Rabu, 01 Juli 2015

Siapkah Menghadapi Pakistan di Davis Cup ?

Jakarta, 1 Juli 2015. Dibulan Ramadhan ini ada kegiatan tenis yang cukup membanggakan bagi para petenis yang selalu mendambagakan kegiatan ini baik petenis dalam negeri maupun luar negeri. Setiap petenis top dinegara masing masing selalu bangga bisa ikuti kegiatan ini untuk membela nama bangsanya. Kegiatan ini dikenal dengan Davis Cup by BNP Paribas atau kejuaraan dunia beregu.

Ini merupakan babak semifinal pada tanggal 17-19 Juli 2015.

Kamis, 18 Juni 2015

Lebih baik Tenis Indonesia kehilangan

JAKARTA, 18 Juni 2015. - Entah karena sudah alami beberapa Ketua Umum PP Pelti, sejak dari istilah Pengurus Besar (PB) kemudian berubah menjadi Pengurus Pusat(PP) melalui Musyawarah Nasional (MUNAS) Pelti, saya sedikit terenyeh jika  Pelti periode 2012-2017 akan melemahkan pertenisan nasional. Jikalau sering bertemu dengan masyarakat tenis maupun pelaku pelaku tenis dilapangan maka saya paling sering diberi pertanyaan yang sangat menyedihkan tidak seperti terjadi dikepengurusan Pelti yang lalu lalu.

Senin, 15 Juni 2015

Tenis Gagal, Berbagai Reaksi

Jakarta, 15 Juni 2015. Setelah kegagalan tim tenis Indonesia di SEA Games ke 28 di Singapore, saya menerima berbagai komentar melalui SMS. Datang dari Pekanbaru, dengan SMS sbb " Membuat target tentu hrs ada perhitungannya, dan kegagaan mencapai target hrs bisa dipertanggung jawabkan. Siapa ?  1) pelatih, 2) pengurus organisasi. Terkait dgn organisasi sejak dilantik memang tidak ada indikasi memajukan dunia pertenisan , oleh karena itu kita semua hrs mengevaluasi diri. Pertama adalah org2 atau kelompok yg memilih mereka. Sadar dan mundurlah dari organisasi pertenisan demikian pua dengan pengurus yg ada sekarang. Evaluasi sederhana bisa dilihat dgn tidak munculnya generasi baru pertenisan, sejak beberapa th yg lalu, atlet nas kita tidak bed dari mereka yg 4 atau 5 org. Kegagalan yg fatal dari pengurus organisasi. Klu cinta tenis kasi kesempatan pada mereka yg mungkin bisa buat perubahan . Sekian Pak." 

Minggu, 14 Juni 2015

INI PRESTASI BARU. INI BARU PRESTASI...No Gold Medals

Jakarta, 14 Juni 2015. Hari ini Tenis Indonesia memberikan catatan khusus dalam sejarah tenis Indonesia. Yaitu dengan gagalnya tim tenis Indonesia diajang SEA Games 2015 di Singapore untuk membawa satupun medali emas. Kenapa saya katakan merupakan sejarah baru. Selama Indonesia ikuti SEA Games , selalu membawa pulang medali emas. Kali ini hanya bawa medali perak dan perunggu. Sehingga bisa saja saya katakan ini prestasi baru.. ini baru prestasi.
2 Medali Perak diperoleh dari Beregu Putra dan David Agung Susanto diperorangan putra. Kemudian sisanya  4 medali perunggu didapat dari beregu putri, ganda putri (Aldila Sutjiadi/Jessy Rompies), ganda campuran (Jessy Rompies/Sunu Wahyu Trijati), tunggal putri (Lavinia Tananta)

Minggu, 07 Juni 2015

PELTI Dibekukan

Jakarta, 7 Juni 2015. Pagi ini saya ingin menonton turnamen Thamrin Cup International Junior Champs 2015 yang sedang berlangsung di lapangan tenis Kelapa Gading. Saya bisa hadir sebelum jam 09.00 dimana pertandingan final tunggal putri antara Rifanty Dwi Kahfiany melawan Naho Sato asal Jepang. Terlihat kedua petenis tersebut sedang pemanasan dilapangan utama.
Saya sedih sekali karena yang menonton bisa dihitung dengan jari. Ada 4 penonton peserta dari luar negeri dan dikursi tempat undangan masih kosong. Maka sayapun masuk kedalam lapangan untuk mengambil gambar Rifanty yang saya belum punya, khususnya di turnamen ini. Saya belum melihat petinggi Pelti DKI Jakarta 

Selasa, 02 Juni 2015

Apa motiv nya duduki jabatan tersbut ?

Jakarta, 1 Juni 2015. Beberapa hari lalu sempat berjumpa rekan rekan tenis dari daerah di Jakarta. Yang jadi pembicaraan adaah masalah tenis dengan perkembangan terakhir. Saya sendiri juga tidak bisa menghindar dari pertemuan tersebut karena curhat mereka yang sebanarnya aktip diiduk di organisasi. Berbagai kekecewaan muncul bahkan beberapa cerita selama ini yang saya belum ketahui dimuncukan kembali. Dimulai dari Munas 2012 di Manado. Berbagai permainan didalam acara pemiihan tersebut diutarakan kepada saya yang saat itu tidak ikut campur, dan mereka ini adalah pelaku pelaku acara Munas tersebut.

Selasa, 26 Mei 2015

Veteran, apa yang mau dibina ?

Jakarta, 26 Mei 2015. Hari ini saya terima email berisi SK Badan Veteran Indonesia (BAVETI) yang menyatakan kalau saya duduk sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan, sedangkan ketuanya Hadiman. Ya, keinginan agar saya bisa membantu kepengurusan Baveti oleh Ketua Umum Theo Sambuaga akhirnya terealiser melalui Surat Keputusan tsb.
Nah, apa yang mau dibina, begitulah pemikiran kita selama ini dimana saya juga awalnya berpikiran demikian karena konsentrasi selama ini ke yunior melalui program Turnamen nasional RemajaTenis. Jika ditelusuri masih bisa dilakukan pembinaan veteran, karena event internasional cukup banyak dikalangan veteran baik perorangan begitu pula event beregunya yang membela nama negara. Kalau dikelompok yunior ada WJT (KU 14 Th), Jr Fed Cup (putri 16 tahun), Jr Davis Cup (putra 16 th), kemudian  Davis Cup dan Fed Cup. maka veteran itu cukup banyak karena disetiap kelompok umur ada kejuaraan dunia beregunya. Nah, ini dia gunanya pembinaan di veteran. Saya teringat beberapa puluh tahun lalu Indonesia pernah kirim tim veteran ikuti kejuaraan dunia beregu veteran.

Senin, 25 Mei 2015

Oleh Pengda diminta Rp 45 juta untuk pindah

Jakarta, 26 Mei 2015. Hari ini saya terima telpon dari salah satu orangtua petenis yunior asal kota yang belum lama sibuk rayakan peristiwa besar yang Wailkotanya sedang naik daun. Tidak biasanya saya terima telpon dari orangtua petenis tesebut. Sebelumnya saya dikirimkan SMS yang minta waktu mau curhat. Waduh, saya tempat curhat orangtua petenis yunior. Sayapun balas silahkan telpon saja. Kebetulan saya waktu itu mau ketemu teman seorang pengacara dikantornya jalan Gatot Soebroto.
Sewaktu terima curhat itu saya sedikit terkejut dan juga merasa ada indikasi tidak sehat.
Dikatakan kalau anaknya tidak masuk tim PON untuk daerahnya. Kemudian dia minta surat mutasi ke  Pengda. Agak terkejut juga dikatakan oleh petinggi Pengda kalau mau bayar Rp 45 juta (katanya ketentuan KONI daerah tersebut) maka akan dikeluarkan surat mutasi sesuai ketentuan . Dan saya tanya apakah bisa perlihatkan surat ketentuan PON tersebut. Ataukah ada surat pemberitahuan merupakan ketentuan dari PP Pelti. Sepengetahuan saya Pelti tidak pernah keluarkan surat ketentuan mutasi. Entah kalau dalam periode sekarang dibuat surat tersebut.

Petenis tersebut mau pindah ke daerah lain dan oleh Pengda Pelti daerah lain tersebut minta surat mutasi dulu baru bisa diterima.