Kamis, 23 April 2015

" Siapa nama Ketua Umum PP Pelti ? "

Jakarta, 23 April 2015. Disela sela turnamen nasional Piala Gubernur DKI Jakarta, saya sempat mendengar suatu pernyataan yang sudah sering saya dengar selama ini dimasyarakat tenis baik di Jakarta mapun diluar Jakarta.
Pertanyaan yang sederhana. Selain bertanya masalah program tenis ada lagi yang bertanya yaitu siapa nama ketua umum PP Pelti. Bayangkan sudah diresmikan sejak 17 Februari 2013 sampai saat ini masih ada masyarakat tenis yang tidak mengenalnya.

Beli Atlet Jadi Mubazir

Jakarta, 23 April 2015. Disaat bertemu muka dengan salah satu pelatih dilapangan tenis Kelapa Gading, berkembang diskusi tentang tenis Indonesia. Pelatih tersebut berasal dari salah satu provinsi di Jawa dimana kakak beradik menjadi pelatih.
Ketika menyinggung masalah PON XIX 2016 tentang jual beli atlet, kemudian terungkap kalau salah satu daerah di Jawa ini anggota timnya praktis datang dari daerah lain, alias dibeli dan tidak tanggung tanggung kalau 4-5 atlet putra semuanya beli dari luar daerah.
" Ini memalukan Pengda di Jawa. Apa sih yang dikerjakan oleh Pengda tersebut yang selama ini dikenal penghasil petenis nasional. Lain ceritanya kalau Pengda diluar Jawa yang tidak punya atlet." ujarnya berapi api. " Terus terang Om, itu sangat memalukan Pengda di Jawa." ujarnya

Prosedur Mutasi Belum Tuntas

Jakarta, 23 April 2015. Ada yang menarik kali ini ketika saya berjumpa dengan salah satu orangtua atlet dan juga sebagai pelatih putranya. Pertemuan di lapangan tenis Kelapa Gading Jakarta. Karena saya sudah mendengar sebelumnya kalau putranya itu dibeli oleh salah satu daerah diujung Timur Nusantara.
Saya hanya ingin tahu saja , dan sudah saya ungkapkan kepadanya kalau saya hanya ingin membantu daerah maupun atlet dalam hal mutasi atlet dalam rangka PON yang sering terjadi selama ini. Jangan sampai nanti disaat saat terakhir baru ribut, akibatnya atlet tidak diperkenankan ikut bertanding.
Didapat keterangan yang kalau saya simpulkan belum tuntas, seperti yang saya duga, tetapi sudah dibeli oleh daerah baru yang menurut saya daerah tersbut saking semangat lupa atau tidak mau tahu masalah mutasi tersbut. Ada kemungkinan daerah tersebut membutakan diri atas aturan mutasi.

Sim Salabim, Tim Nasional Latihan 2 x seminggu.

Jakarta, 23 April 2015. Hari ini saya jalan jalan ke lapangan tenis Kelapa Gading Jakarta. Ingin meliput kegiatan turnamen nasional Piala Gubernur DKI Jakarta 2015 yang so pasti banyak petenis luar kota hadir berlaga. 
Seperti kebiasaan selama ini sering kali dimanfaatkan untuk berbincang bincang masalah pertenisan kita ini. Ketemulah dengan Bunge Nahor, Sulistyono dan juga Anto orangtua dan pelatih dari petenis Surabaya M.Rizky Widhianto.

Sabtu, 18 April 2015

Sekitar Jual Beli Atlet menjelang PON

Jakarta, 19 April 2015. Masalah mutasi atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional selalu jadi perhatian tetapi tidak diperhatikan masalah aturannya, sehingga bagi pelaku pelakunya hanya dianggap angin lalu. Disinilah kelemahan dari rekan rekan yang duduk di Pengda Pelti, akibat kurang paham masalah aturan yang dibuat oleh KONI Pusat selaku pemilik PON tersebut, sehingga terbuai dengan rayuan orangtua atau pelatih yang menawarkan atlet atletnya. Saya makumi rekan rekan di Pengda banyak muka baru sehingga ingin tunjukkan prestasi kerjanya yang semu tersebut. 
Sebagai pemilik PON, KONI Pusat telah membuat aturan yang cukup jelas dan sudah diedarkan keseluruh KONI Provinsi maupun Pengda Pelti telah menerimanya.

Kamis, 16 April 2015

Pembinaan Usia Dini terabaikan

Jakarta, 16 April 2015. Saya teringat kemarin ketika jumpa salah satu rekan tenis Nico  di lapangan tenis Klub Rasuna Kuningan. Ujarnya waktu itu mempertanyakan gaung dari tenis saat ini. "Dulu saya suka dengar ada pelatih asing Suresh  datang ke Jakarta untuk melatih petenis usia dini. Kenapa sekarang tidak ada ya ?" suatu pertanyaan yang menarik sekali.
Memang tugas dari induk organisasi tenis ini banyak sekali. Salah satunya yang terpenting adalah PEMBINAAN. Yang terdengar saat ini hanya pembinaan petenis nasional saja. Mulai dari tim Davis Cup dan Fed Cup ditambah Jr Davis Cup dan Jr Fed Cup. Begitu juga tim nasional usia 14 tahun.

Rabu, 15 April 2015

Banyak Kasus Mutasi

Jakarta, 15 Apri 2015. Dalam cerita cerita dengan salah satu orangtua petenis di Jakarta cukup menarik karena topiknya adalah perpindahan atlet tenis dalam persiapan Pekan Olahraga Nasional XIX 2016. Saya sudah tahu dampak dari keinginan daerah mengutamakan PRESTISE dibandingkan PRESTASI. Diceritakan pula ada atlet yang sudah terima uangnya tapi statusnya mash belum tuntas pindah kedaerah lainnya. Ini yang menurut saya akan timbul masalah.

Apa Yang Bisa didapatkan Christo "

Jakarta, 15 April 2015. Ketika berbicara dengan pelatih BN salah satu pelatih terkemuka di Jakarta, disampaikan cerita masalah latihan atlet nasional yang masuk dalam Pelatnas putra. Menurut pendapatnya saat itu ketika melihat Christopher Rungkat sparring dengan atlet yunior maka diapun katakan kalau itu sangat merugikan Christopher Rungkat sebagai atlet nomor satu Indonesia. Apa yang diharapkan kalau latihan bersama atlet yunior ? Itu pertanyaan menarik bagi pelatih kita. 

Tetapi beberapa bulan lalu ketika saya melihat tim pelatnas latihan di Senayan, ada petenis kidal yang saya lupa namanya karena melihat dari jauh. Sayapun bertanya dengan petugas di Senayan siapa atlet kidal tersebut dan disebutnya itu anaknya BN