Selasa, 04 Agustus 2015

Nafsu Besar Tenaga Kurang

Jakarta, 4 Agustus 2015. Disela sela pertandingan Davis Cup by BNP Paribas antara Indonesia dan Pakistan, sempat berbincang bincang dengan mantan petenis nasional Donald Wailan Walalangi yang saat ini memegang jabatan cukup penting di PP Pelti ( 2012-2017) yaitu Ketua Bidang Pembinaan Prestasi. 
Salut atas konsistensinya selama ini yang selalu berpendapat jika mau prestasi tinggi harus punya turnamen internasional sebanyak mungkin. Turnamen merupakan ujung tombak pembinaan ,tetapi dalam pelaksanaannya haruslah mengukur pula kemampuan sendir. 
Yang dimaksud kemampuan bukan hanya kemampuan finansial tetapi juga kemampuan atletnya sendiri.

Senin, 03 Agustus 2015

Apa yang mau Dibina untuk Veteran ?

Jakarta, 2 Juli 2015. Tenis adalah salah satu cabang olahraga yang menyediakan banyak sarana jika ingin terus  berprestasi . Jiwa kompetisi yang telah ditanamkan sejak masih tingkat yunior bergulir terus sampai akhir hayatnya. Karena cabang olahraga tenis juga sediakan sarana pertandingan sejak yunior sampai veteran.

Muncullah pertanyaan, apa yang mau dibina untuk Veteran ?

Kamis, 30 Juli 2015

Atlet atlet Pra PON/PON bermasalah

Jakarta, 30 Juli 2015. Technical Handbook (THB) dalam rangka Pra PON (Pekan Olahraga Nasional) 2015 telah diterbitkan  untuk pedoman setiap daerah atau Pengda Pelti untuk mengirimkan tim tenis baik putra dan putri ikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat. Didalam THB tersebut sudah dicantumkan semua persyaratan mulai dari persyaratan usia peserta, kewajiban kewajiban peserta melengkapi dokumen yang mendukung . Begitu pula jadwal  maupun lain lainnya.

Sabtu, 25 Juli 2015

Kenal Veteran Kenal BAVETI

Jakarta, 25 Juli 2015. Tenis itu salah satu olahraga individu yang dikenal diseluruh dunia dan juga di Indonesia. Bahkan di Indonesia Tenis merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup popular dan bahkan populis.
Tenis sebagai lazimnya cabang olahraga lainnya bertujuan untuk kesehatan dan kebugaran. Semua itu dinikmati bagi petenis sejak usia muda sampai tuanya.

Rabu, 22 Juli 2015

Lebih Baik Adakan Kepelatihan

Jakarta, 23 Juli 2015. Beberapa permasalahan yang mengganjel perkembangan tenis di Indonesia perlu ditelaah dengan baik.Tanpa suatu perencanaan maupun pelaksanaan yang cermat maka hasilnya tidak seperti yang diharapkan.  Disatu sisi tanggung jawab induk orgnisasi tenis di Indonesia belum bisa menjamin kelancaran seluruh program pembinaan baik yang telah diperkenalkan oleh International Tennis Federation (ITF) yang berdasarkan riset bertahun tahun untuk mengembangkan tenis diseluruh dunia. Diperlukan juga kepedulian masyarakat tenis sendiri terhadap pembinaan tenis keseluruhannya.

Minggu, 19 Juli 2015

Davis Cup INA v PAK, memalukan

Jakarta,  20 Juli 2015. Bicara Tenis lebih bergengsi  Davis Cup by BNP Paribas karena semua petenis top disetiap negara sangat bangga bisa ikuti Davis Cup tersebut. Dulu namanya Davis Cup by NEC sekarang menjadi Davis Cup by BNP Paribas karena perubahan sponsornya saja.
 Davis Cup by BNP Parias zone Asia Ozceania Grup 2 baru  berlangsung tanggal 14-16 Juli 2015 di Stadion Tenis GBK Jakarta.  Jadwalnya sebenarnya adalah 17-19 Juli 2015, tetapi karena bertepatan dengan Hari Idul Fitri maka tuan rumah usulkan diundurkan ke Agustus tetapi ditolak dan diputuskan  14-16 Juli 2015. Untuk tingkat dunia, tidak ada turnamen yang bertepatan dengan jadwal Davis Cup ini. Sehingga minggu lalu adalah minggunya Davis Cup diseluruh dunia yang bersamaan waktu penyelenggaraannya.

Kamis, 16 Juli 2015

Pergantian Pelatih Mutlak

Jakarta, 17 Jui 2015 Persepsi masyarakat tenis terhadap kinerja PP Pelti memburuk, dilihat perjalanan sejak dilantik Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman tgl 18 Februari 2013 di Senayan Jakarta. Ini merupakan sebab dan akibat. Gaya kepemimpinan nakoda PP Pelti berbeda dengan gaya kepemimpinan Ketua Umum PP Pelti selama ini memimpin perjalanan induk organisasi tenis di Indonesia. 

Panpel Davis Cup Lalai

Jakarta, 16 Juli 2015.Pertandingan Kejuaraan Dunia Beregu Davis Cup by BNP Paribas zone Asia Oceania grup 2 antara Indonesia melawan Pakistan telah berakhir hari ini dengan kemenangan Pakistan.
Yang menarik dalam pertandingan ini sempat tercium oleh saya ketika salah satu pemain tamu Samir Iftikhar sempat kebingungan mencari jatah makan siangnya yang belum datang, sedangkan gliran bertanding sudah datang. Bahkan pelatih tuan rumahpun mengeluh atas pelayanan panitia pelaksana atau Panpel.