Selasa, 16 Desember 2014

Final PON Remaja Tak sempurna

Jakarta,  15 Desember 2914, Ketika menerima laporan kalau babak final PON Remaja-1 di lapangan tenis Brawijaya surabaya ada kejadian yang sangat menyedihkan dan bahkan belum pernah terjadi di multi event.
Saat final terjadi dua kejadian yang sama yaitu tunggal putra antara Jawa Barat melawan Jawa Tengah. Memang difinal kali ini terjadi antara Jawa tengah meawan Jawa Barat bak di tunggal putra, tunggal putri dan ganda campuran.
Tunggal putra baru berlangsung set pertama dan diset kedua terjadi petenis Jawa Tengah Iswandaru Kusumo Putro menyerah karena muntah muntah dan cidera engkelnya seperti yang disampaikan oleh Referee Sony Irawan kepada saya. Kemudian hal yang sama ditunggal putri Arrum Damarsari Jawa Tengah mundur diset kedua melawan Rifanty Dwi Kahfiani.

Senin, 15 Desember 2014

Bertemu Teman Lama dari Singapore

Jakarta, 15 Desember 2014. Terima telpon dari rekan lama ditenis asal Singapore. S.Uthrapathy kalau dia berada di Jakarta. Mau ketemu PP Pelti dan rencana mau adakan acara di Jakarta seperti yang telah dilakukan di Manila, Singapore dengan datangkan petenis kondang seperti Andre Agassi, Serena William, Ana Ivanovic dengan bendera IPL yang dimotori oleh mantan petenis dunia asal India Mahesh Bhupatty.
Dia tiba langsung cek lapangan Istora yang mau digunakan bersama dengan salah satu pengurus PP Pelti.
Malamnya kami bertemu untuk dinner di Satay House Senayan. Ngobrol masa lalu tentang pertama kali kita berkenalan yaitu di seminar Davis Cup di Pattaya Thailand. Maka disebutlah nama2 rekan rekan duu ikut dalam acara tersbut, dan salah satunya sudah meninggal asal Fiipina yaitu Ajay Pathak. Begitu pula sewaktu ikuti ATF Meeting di Tashkent Uzbekistan (th 2000) (saya bersama Enggal Karjono), meeting ITF di Antalya Turkey, AGM ITF di Merakesh Morokko.

Sabtu, 13 Desember 2014

Masalah PON Remaja Terulang lagi ttg kasus status atlet

Jakarta, 13 Desember 2014. Beberapa hari lalu saya terima telpon dari rekan tenis bercerita tentang kasus protesnya Kalsel diajang PON Remaja-1 di Surabaya. Kalau lihat masalahnya adalah Setia Indri itu awalnya dari Kalimantan selatan dan berlati di Jakarta sudah lama tetappi masih sering membela nama Kalimantan selatan.
Aneh, menurut saya ini ada kesalahan dari PON Remaja sendiri karena kenapa di technical meeting masih diperbincangkan masalah status atlet. Timbul satau pertanyaan saya yaitu apakah sebelumnya oleh Pelti tidak diedarkan daftar peserta keseuruh Pengda Pelti ?

Kamis, 04 Desember 2014

Coba adakan RemajaTenis di Aceh

Jakarta, 12 Desember 2014. Pagi ini saya terima telpon dari salah satu pelatih di Banda Aceh yang saya kenal sedikit aneh. Tapi kejutan ini saya tangapi dengan baik saja. Ternyata dia ingin tanya masalah raket tenis yang ada di Jakarta. Tetapi dia kaget juga dengar kalau saya sudah tidak duduk dikepengurusan Pelti lagi.
Dan ketika saya berbincang bincang dengannya keinginan selenggarakan Turnamen Nasional RemajaTenis di Banda Aceh, dia sambut dengan baik tetapi karena keterbatasannya maka dia sampaikan akan lapor dulu ke Ketua Pengda Pelti Banda Aceh. Ya, saya tunggu saja laporan selanjutnya.

Sabtu, 29 November 2014

Forum Diskusi Pertenisan Daerah di Jakarta

Jakarta, 29 Nopember 2014. Hari ini dihotel Borobudur ada 2 kegiatan penting yaitu turnamen Garuda Indonesia Tennis Open dan Forum Diskusi Tenis. Sebelumnya saya dapat tilpon dari rekan didaerah yaitu dari Maluku Frengky Mewar beberapa hari lau memberitahukan adanya undangan dari Pelti untuk acara diskusi tersbut. Dia pikir saya ikut hadir, tapi saya katakan kalau itu rapat Pelti saya tidak bisa hadir, tapi kalau forum diskusi itu apakah terbuka atau tidak. Jadi saya tidak perlu ikut hadir tergantung kaau diundang dan saya tahu tidak bakalan diundang.

Sayapun terima SMS dari masyarakat tenis yang sampaikan adanya forum ini seperti dalam running text situs Pelti sehingga kesannya terbuka. Tapi saya katakan juga kecil kemungkinan saya hadir karena tidak diundang. Saya menyempatkan diri SMS kepada rekan Umbu yang Sekjen PP Pelti dan dia bilang kalau ini forum diskusi dan minta saya hadir saja karena dia tidak ada di Jakarta.
Ya, sayapun lebih baik tidak usah hadir cukup menikmati saja sebagai fotographer Garuda Indonesia Tennis Open untuk bahan berita di website remaja-tenis.com 

Inspeksi lapangan tenis di Lahat(Sumsel) dan Bandar Jaya Lampung

Jakarta, 29 Nopember 2014. Dalam perjalanan ke Tanjung Enim dan kembali ke Jakarta, ada satu kesempatan yang saya tunggu tunggu yaitu melihat kemauan daerah yang saya kunjungi untuk selenggarakan kegiatan turnamen tenis. Bisa saja saya melihat langsung lapangan yang sudah tersedia sehingga bisa memotivasi rekan rekan didaerah untuk bisa lakukan sesuatu untuk kepentingan tenis didaerah tersebut. Setelah selesai pelaksanaan turnamen RemajaTenis Sumsel-3 di lapangan tenis indoor Bukit Asam Tanjung Enim, saya berinisiatip melihat fasilitas lapangan tenis dikota Lahat yang letaknya sekitar 45 km dari Muara Enim. Jarak antara Tanjung Enim ke Muara Enim sekitar 12 km saja. Sayapun berinisiatip melihat kota Lahat yang ditempah dalam waktu 1,5 jam saja. Kenapa saya ada keinginan melihat langsung karena saya dengar setiap tahun dikota Lahat sering diadakan turnamen senior maupun yunior. Tetapi hanya bersifat lokal saja sedangkan pesertanya ada yang datang dari Jakarta, seperti seminggu sebelum pelaksanaan RemajaTenis Sumsel-3 (21-23 Nop) telah diadakan Piala Bupati di Lahat dan khusus kelompok umum keluar sebagai juara Ega Unepputy dari Jakarta.

Kamis, 27 November 2014

Protes mewarnai PORDA Jabar 2014

Jakarta, 25 Nopember 2014, Minggu lalu sewaktu saya sedang nyetir mobil keluar kota terima telpon dari salah satu rekan tenis di Jabar yang tepatnya di kota Cirebon. Sudah lama saya tidak berkomunikasi dengannya. Dalam percakapan tilpon, dia mau sharing saja karena ada permasalahan di cabor tenis PORDA Jabar yang berlangsung di Bandung.
Sepnegetahuan saya, setiap ajang PORDA selalu bermasalah. Ada yang sampai terangkat ke media massa sehingga saya juga sering membaca cerita masalah tersebut.
Dia bercerita ada salah satu atlet tenis yunior Safira Nadhia yang saya cukup kenal begitu juga kedua orangtuanya. setahu saya kedua orangtuanya sudah pindah ke Bontang Kalimantan Timur.
Ternyata atlet ini diprotes oleh kontingen lainnya karena terbukti ikut PORDA Jabar dan juga PORDA Kaltim yang jangka waktunya sangat dekat yaitu seminggu lalu. Ketika saya ditanya pendapat saya, maka saya hanya katakan apakah Anda sudah baca ketentuan pertandingan dari PORDA Jabar tersebut.? Itu lebih penting, karena bisa saja terjadi aturan atau ketentuan di masing masing PORDA bisa berbeda beda.

Jumat, 14 November 2014

Masalah Kategori TDP

Jakarta, 14 Nopember 2014. Masalah kategori turnamen diakui Pelti atau TDP sampai sekarang masih dalam tanda tanya. Apakah ada perubahan atau tidak ? Kalau saya bertanya sama salah satu rekan di Pelti maka jawabannya tidak ada perubahan , apalagi kalau dikatakan ketentuan TDP masih yang lama. Tetapi dalam kenyataan ada perubahan. Jadi saya sendiri bingung. Dasar apa yang digunakan oleh PP Pelti dalam menentukan kategori TDP khususnya kelompok Yunior.

Saya sendiri menyadari dengan sering menulis dalam blogger ini saya akan mendapatkan musuh dari rekan rekan PP Pelti. I don't mind atau istilah Jakartanya EGEPE saja..
Tetapi kalau bicara sama mereka dikatakan kalau selalu mendukung program yang saya buat. Tapi kenyataannya saya melihat ada pilih kasih (ini istilah yang paling dibenci mereka kalau saya kemukakan. Penyakit ini sejak kepengurusan terbentuk.