Jumat, 22 Mei 2015

Kecewa Ditolak masuk sekolah Atlet

Jakarta, 22 Mei 2015. Pagi ini saya terima telpon dari nomor yang saya tidak kenal. Dan sayapun terima saja tepon tersebut padahal sedang nyetir mobil mau ke Depok. Dan ketika saya dengar suara seorang ibu yang ternyata putranya saya kenal, karena pernah juara di Remaja Piala Rektor Unimed di Medan tahun 2015.
Dikemukakan masalah tentang putranya tersbut yang berasal dari Kepri. Dia barusana ikuti seleksi disalah satu sekolah yang dikelolah oleh Kemepora di Jakarta. Undangan seleksi terdapat di website Kemenpora tersebut. Dikatakan dengan persyaratannya yaitu harus ikut seleksi dan nama nama yang diundang tercantum dalam website tersebut. 

Ada Rumor Yang ternyata tidak benar

Jakarta, 22 Mei 2015. Hari ini saya terima berita melalui WA, ada rumor yang katakan kalau anggota tim Junior Fed Cup Indonesia itu ketahuan catut umur oleh ITF di Australia. Sehingga kena diskualifikasi. Tapi disini saya baca ada rumor, sehingga kebenaranya diragukan. Karena saya pernah baca berita kalau tim Junior Fed Cup Indonesia 2015 di Australia tetap bertanding, berarti tidak kena diskualifikasi. 
Sayapun brinisiatip bertanya kepada rekan yang kirim berita tersebut kalau mendengar dari siapa sumbernya. Karena melalui situs ITF tidak ada kehebohan seperti itu. Dijawabnya kalau dapat dari rekan pelatih di Jawa Tengah. 

Selasa, 12 Mei 2015

Ada Wacana Munaslub

Jakarta, 12 Mei 2015. Ketika saya menanyakan masalah organisasi kerekan rekan di daerah yang aktip selama ini karena saya kuatir ada perubahan resmi sudah diedarkan kedaerah atau dilakukan dalam Rakernas yang saya tidak tahu.  Semua rekan2 bilang kalau nama tetap tidak berubah

Semalam saya terima telpon dari rekan  dluar Jawa, langsung yang bersangkutan sampaikan uneg unegnya atau melaporkan selama ini kegiatan tenis secara nasional.

Hasil revisi AD ART belum keluar atau belum diterima kalau sudah selesai. Apalagi bicara Pokok Pokok Program Kerja  2012-2017 juga tidak ada dikerjakan. Hampir semua rekan didaerah ketika ditanyakan masalah AD ART baru belum ada yang katakan sudah terima. Harus diingat pula kalau ada Pengurus didaerah yang sudah ganti pengurusnya sehingga kebanyakan tidak tahu juga adanya perubahan tersebut.

Ketidak pedulian terhadap nama Pelti

Jakarta, 12 Mei 2015. Kebiasaan suka browsing internet akhirnya saya menemukan kejanggalan dilakukan oleh induk organisasi Pelti. Janggal karena kebetulan saya ikuti Munas Pelti tgl 25 November 2012 di Manado,. Jadi tahu keputusan dari Munas tersebut.
Dalam salah satu berita Tribun Palembang, saya lihat foto berita turnamen tenis internasional ISSF yang sedang berlangsung di Palembang. Di foto dengan jelas ada Spanduk PB PELTI. Kenapa saya jadi kaget. Ini istilah PB PELTI itu sudah dikuburkan sejak Munas 2002 di Makassar (kalau tidak salah ingat), karena sejak 2007-2012 sudah dipakai nama PP PELTI (Pengurus Pusat Pelti).

Jumat, 08 Mei 2015

Kemana itu Pokok2 Program Kerja Pelti 5 tahun

Jakarta, 9 Mei 2015. Saya terima permintaan dari rekan wartawan di Palembang untuk membuat suatu tulisan tentang pertenisan nasional maupun Sumatra Selatan.
Idea bagus juga agar masyarakat tenis khususnya di Palembang dan Sumatra Selatan Umumnya mengetahui permasalahan saat ini.
Memang banyak pertanyaan yang muncul kepada saya tentang tenis mau dibawa kenana. Kenapa sampai muncul pertanyaan seperti itu. Ya, tanya saja kepada masyaraat tenis tersebut.

"Jangan dulu bicara Peringkat kalau ketentuan turnamen tidak dibuat"

Jakarta, 9 Mei 2015. Ketika berbicara masalah tenis veteran  di Indonesia, maka sayapun sempat sampaikan kepada petinggi Badan Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) kalau yang diutamakan sekarang adalah ketentuan turnamen tenis nasionalnya dulu baru berbicara masalah peringkat nasionalnya.. Sama halnya dengan ketika sewaktu saya masuk dalam kepengurusan Pelti Pusat, saya melihat ada yang belum dilakukan adalah buat ketentuan turnamen diakui Pelti (TDP). Maka lahirnya ketentuan tersebut. Karena beberapa bulan ini petinggi Baveti disibukkan dengan merumuskan Peringkat Nasional Veteran Indonesia.
Nah sayapun mencoba buat konsepnya dengan meniru saja ketentuan TDP yang sudah ada.
" Jangan dulu bicara peringkat kalau ketentuan turnamen tidak dibuat." ujar saya kepada petinggi Baveti.

Kamis, 30 April 2015

"Saya sudah jadi anggota BAVETO"

Jakarta, 30 April 2015. Semalam saya mau main tenis di lapangan tenis UMS Rasuna Said, Kuningan. Karena beberapa minggu lalu Theo Sambuaga yang sudah lama dikenal baik oleh keluarga istri ,juga saya sudah kenal, saya terima telpon dan diminta untuk datang latihan sama sama dia pada hari Rabu malam. Beberapa bulan lalu memang saya pernah datang latihan disana.
Sayapun datang untuk memenuhi undangan tersebut, karena undangan langsung oleh Ketua Baveti Theo Sambuaga yang waktu tilpon sedang berada di Manado..
Ternyata setiba dilapangan saya lihat petinggi Badan Veteran Tenis Indonesia sedang duduk disatu meja dan saya tidak sangka ada rapat kecil. Dan begitu saya masuk  oleh Theo Sambuaga langsung bilang kepada saya dan teman teman lainnya yaitu Samudra Sangitan, Husni Madjid , Johannes Susanto.

Melibatkan Oknum di Pengda

Jakarta, 30 April 2015. Ketika mendengar masalah belum tuntasnya masalah mutasi atlet, ada lagi cerita baru. Saya terima satu copy surat penolakkan mutasi dari KONIDA kepada atlet yang mengajukan permintaan mutasi, dengan alasan atlet tersebut masih dalam kontraknya sampai PON 2016. Tetapi saya dengar pula kalau masalah ini sudah dituntaskan oleh BAORI (Badan Arbitase  Olahraga Indonesia). Artinya ada sengketa antara 2 KONIDA sehingga cepat2 diselesaikan oleh BAORI. Artinya ada sidang juga seperti dipengadilan umumnya.
Ketika saya ditanyakan masalah ini apakah PP Pelti juga dipanggil dalam sidang tersebut. Saya katakan kemungkinannya tidak, karena PP Pelti tidak ikut campur masalah atlet atlet untuk PON   Masalah ini tidak terangkat oleh media